Logo simbol lafadz arab bertuliskan Al farisi yang melingkar diatas tulisan melingkar di dalam lingkaran seperti air, menggambarkan sebuah do’a harapan, semangat serta tindakan agar Al Farisi dapat menjadi air ditengah kegersangan ilmu, menetes dengan tetesan ikhlas seperti air yang diturunkan langit untuk bumi yang tidak berharap kembali, memberi manfaat untuk masyarakat sekitar, mungkin saja bukan sekedar dibidang pendidikan namun juga sosial, budaya, kemasyarakatan dan lainnya, namun tetap mengalir ke bawah rendah hati disegala kondisi,
Air yg ketika diatas dia rela turun kebawah memeberi manfaat siapapun yang dibawahnya, ketika di bawah pun di mengisi ruang-ruang yang kosong dari hati siapapun manusianya, sekecil apapun ruangnya, serumit apapun keadaanya Air selalu mampu bertindak menuju celah terbaik untuk mengisi kekurangannya, dari celah-celah kekuarangan masyarakat.
Tidak perduli dimanapun muaranya, Air selalu mengalir berjuang menuju muara yang jelas (Muara Kebaikkan), sikapnya konsisten apaun hambatannya, dedaunan, lumpur, kerikil kecil, ataupun bebatuan besar, dilewati meski perlahan, namun pasti,
Mengalir dan bergelombang dengan tenang. Menjadi sumber kehidupan segala hal yang hidup. namun hati-hati dengan air, sebab jika air dibendung, ia mampu meratakan apapun yang didepannya.
Air, mengutip Moch. Hatta, tentu bukan gincu atau liftstik. Sebab pewarna (hijau, kuning, merah, hitam atau ungu) justru minta dilarutkan oleh air. Tanpa air, warna apapun tidak akan pernah menjadi sebuah keindahan. Fungsi warna-warna tadi, akan terjadi justru di saat air berkenan untuk digunakan.
Hawking 1997 –fisikawan US -- memrumuskan bahwa Air adalah hidup yang bertipikal anomaly. Air punya anomali khusus dan hampir berbeda dengan kesemua ciptaan Tuhan lainnya. Proses pembekuan dan pencarian air demikian ritmik dan menjamin kehidupan apapun di sekitarnya. berupa apapun Air, ia tetap memberi jaminan ketentraman bagi kehidupan.
Harapan Do’a dan Tindakan
0 comments